"Welcoming space to Elevate your Knowledge and Information"

SEMINAR PERPUSTAKAAN MASA DEPAN

Seminar "Perpustakaan Masa Depan: Perspektif Praktisi, Peneliti, Pustakawan",  diselenggarakan di Universitas Airlangga dalam rangka memperingati HUT Perpustakaan UNAIR ke-59. Seminar ini dihadiri oleh pengelola perpustakaan, praktisi, dan peneliti baik di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, maupun perpustakaan daerah. Adapun narasumber yang hadir memiliki perbedaan latar belakang pendidikan dan profesi ,yaitu:

  1. Dari perspektif praktisi, Drs. A. Mudjib Affan (Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur), MARS menyampaikan bahwa pembenahan yang diperlukan perpustakaan sekarang ini adalah meningkatkan budaya baca masyarakat, meningkatkan kualitas pengelola perpustakaan, meningkatkan koleksi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Diperlukan sinergi antara kebijakan pusat dan daerah agar pengembangan perpustakaan dapat berjalan optimal.
  2. Dari perspektif peneliti, dr. Andi Darma, Sp.A (Seorang staf pengajar dan peneliti aktif di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga) mengamati bahwasanya kehadiran internet memberikan aksesibilitas informasi yang simple dan content informasi yang melimpah. Konsekuensinya pustakawan harus punya strategi pendekatan yang tepat agar buku tidak ditinggalkan oleh pemustaka seiring hadirnya sumber informasi digital. Pustakawan harus mengerti karakteristik pemustaka karena tiap periode memunculkan generasi tersendiri dengan karakter yang khas, termasuk pemahaman tentang preferensi tiap generasi dalam mempergunakan perpustakaan. Diperlukan kombinasi antara pengetahuan dan keterampilan pustakawan dalam menjalankan fungsinya.
  3. Dari perspektif pustakawan, Drs.Lucky Wijayanti, SIP., M.Hum (Kepala Perpustakaan Universitas Indonesia untuk periode 2001 s.d Maret 2014) mengamati adanya perubahan perilaku pemustaka saat ini yang sebagian besar sudah dapat dikategorikan sebagai net generation atau digital natives. Perubahan ini membawa konsekuensi pada perlunya transformasi pustakawan. Perpustakaan perguruan tinggi yang mengelola pengetahuan dan informasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika harus mempunyai sikap yang adaptif yaitu dengan melaksanakan manajemen pengetahuan jika tidak mau dianggap sebagai unit penyimpan buku atau bahkan gudang buku.Kegiatan pembelajaran yang berpusat pada dosen pun menjadi tidak sesuai lagi dengan zaman.  Mahasiswa harus diberi peluang untuk memainkan peranan lebih aktif dalam proses pembelajaran, termasuk dalam hal menentukan sumber-sumber informasinya dan mengemukakan pendapatnya.  Membatasi bahan bacaan dan soal ujian pada buku wajib merupakan proses pemiskinan intelektual para mahasiswa di tengah information-rich society. Pembelajaran secara kolaboratif juga perlu digalakkan. Perpustakaan Universitas Indonesia memberikan layanan 24 jam dalam 7 hari. Perpustakaan 24 jam sebenarnya adalah pustakawannya yang siap melayani 24 jam.
  4. Mr. Eric Na, beliau adalah General Manager Cambridge University Press. Beliau memberikan pemaparan tentang pengembangan perpustakaan masa depan dari sudut pandang penerbit. Trend koleksi perpustakaan masa depan mengarah pada digital seperti e-books.

 

file attachment :